breakingnewsjabar.com – JAKARTA | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyambut kedatangan Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Viet Nam (PKV), Tô Lâm, beserta Ibu Ngô Phu’o’ng Ly di Istana Merdeka Jakarta, pada Senin (10/3/2025). Kunjungan kenegaraan ini bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Viet Nam, menandai sejarah panjang persahabatan kedua negara.
Sekitar pukul 16.30 WIB, Sekjen Tô Lâm dan Ibu Ngô Phu’o’ng Ly tiba di halaman Istana Merdeka. Kedatangan mereka disambut oleh pasukan jajar kehormatan dan para pelajar Sekolah Dasar (SD) yang dengan antusias mengibarkan bendera Indonesia dan Viet Nam. Suasana penyambutan semakin meriah dengan dentuman meriam sebanyak 21 kali sebagai tanda penghormatan tertinggi bagi kunjungan kenegaraan ini.
Setibanya di serambi barat Istana Merdeka, Sekjen Tô Lâm dan Ibu Ngô Phu’o’ng Ly disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Mereka berjabat tangan dengan hangat sebelum melangkah bersama menuju lokasi upacara kenegaraan.
Upacara dimulai dengan dikumandangkan lagu kebangsaan kedua negara, yakni lagu kebangsaan Viet Nam yang dilanjutkan dengan Indonesia Raya. Selama prosesi tersebut, dentuman meriam kembali mengiringi sebagai simbol penghormatan. Presiden Prabowo dan Sekjen Tô Lâm kemudian melakukan inspeksi pasukan kehormatan yang berbaris rapi di halaman Istana Merdeka.
Setelah inspeksi pasukan, dilakukan sesi perkenalan delegasi dari kedua negara sebelum melanjutkan agenda di dalam Istana Merdeka. Di Ruang Kredensial, Presiden Prabowo dan Sekjen Tô Lâm melakukan sesi foto bersama serta menandatangani buku tamu kenegaraan sebagai simbol persahabatan kedua negara. Selanjutnya, keduanya melangsungkan pertemuan tête-à-tête di ruang kerja Presiden Prabowo.
Usai pertemuan tête-à-tête , Presiden Prabowo dan Sekjen Tô Lâm melakukan pertemuan bilateral yang dihadiri oleh delegasi dari kedua negara. Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo mengapresiasi kunjungan kenegaraan Sekjen Tô Lâm ke Indonesia dan hubungan Indonesia-Viet Nam yang dibangun atas fondasi kuat dari Presiden pertama Viet Nam, Ho Chi Minh, dan Presiden pertama RI, Soekarno.
“Tahun ini menjadi momentum yang sangat baik untuk meningkatkan hubungan kita ke tingkat yang lebih tinggi, ke tingkat kemitraan strategis komprehensif,” ujar Presiden Prabowo.
Sebagai penutup rangkaian kunjungan kenegaraan, Presiden Prabowo menjamu Sekjen Tô Lâm dan Ibu Ngô Phu’o’ng Ly beserta delegasi Viet Nam dalam santap malam kenegaraan di Istana Merdeka Jakarta. Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin erat selama ini, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
Turut hadir dalam upacara penyambutan ini adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Sosialis Viet Nam, Denny Abdi.

