Selamat datang di Www.BreakingnewsJabar.Com
Menyajikan Berita Terkini
Close Menu
www.breakingnewsjabar.com
  • Beranda
  • Info Jabar
  • Nasional
  • Kriminal
    • Narkoba
    • Curas
    • Ranmor
  • Ekonomi dan bisnis
    • Nasional
    • Internasional
  • Pilkada
    • Jawa Barat
    • Nasional
  • Teknologi
  • Laporan Masyarakat
    • Fasilitas Umum
    • Kriminal
    • Lalu lintas
    • Layanan Masyarakat
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Pemberitahuan Pelatihan dan Persiapan Bimbel Prawita untuk Calon Siswa Angkatan Ke-4
  • Wakapolri Baru Dilantik, Fokus Dukung Kapolri dan Realisasikan Program Nasional
  • Rotasi Strategis Polri: Sederet Pejabat Tinggi Dilantik dan Berganti Jabatan
  • Polri Dukung Asta Cita: Satgas Pangan Jaga Distribusi dan Stabilitas Harga
  • Menuju Polri Inklusif: SSDM Polri Luncurkan Penghargaan Dukungan Kesetaraan Gender
  • Kemerdekaan untuk Pengabdian Kepada Ibu Pertiwi
  • Warga Cilengkrang Tumpah Ruah Sambut HUT RI ke-80 dengan Kreasi Seni Tradisional
  • Kakorlantas Pimpin TFG Merdeka Jaya 2025, Pastikan Keamanan HUT RI Berjalan Lancar
www.breakingnewsjabar.com
  • Beranda
  • Info Jabar
  • Nasional
  • Kriminal
    • Narkoba
    • Curas
    • Ranmor
  • Ekonomi dan bisnis
    • Nasional
    • Internasional
  • Pilkada
    • Jawa Barat
    • Nasional
  • Teknologi
  • Laporan Masyarakat
    • Fasilitas Umum
    • Kriminal
    • Lalu lintas
    • Layanan Masyarakat
www.breakingnewsjabar.com
You are at:Home»Info jabar»Seminar Bedah dan Diseminasi Buku “Mitos vs Fakta Industri Minyak Sawit Indonesia”, Kupas Tuntas Stigma Masyarakat terhadap Minyak Sawit
Info jabar

Seminar Bedah dan Diseminasi Buku “Mitos vs Fakta Industri Minyak Sawit Indonesia”, Kupas Tuntas Stigma Masyarakat terhadap Minyak Sawit

Denden darmawanBy Denden darmawan31 Desember 2024Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Breakingnewsjabar.com – BANDUNG | Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (Himatek ITB) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) menggelar Seminar Bedah dan Diseminasi Buku “Mitos vs Fakta Industri Minyak Sawit Indonesia” dalam Isu Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Global Edisi Keempat di Auditorium SBM ITB, Sabtu (30/11/2024). Buku tersebut dibuat sebagai solusi untuk menangkal berbagai perspektif negatif terhadap sawit.

Acara dibuka dengan keynote speech Senior Analyst Divisi UKMK BPDPKS, Anwar Sadat. Beliau menyampaikan bahwa Indonesia memegang 60% pasar minyak nabati di dunia, sebagai produsen dan konsumen minyak nabati terbesar. Minyak sawit memiliki peranan strategis dalam meningkatkan devisa ekspor, menyumbang 3,5% APBN, berkontribusi dalam ketahanan pangan, mendorong kemandirian energi, serta menghemat impor solar.

BPDPKS telah berupaya untuk mendukung kesejahteraan petani kelapa sawit melalui berbagai program, seperti peremajaan lahan yang sudah tua dan tidak produktif, pengembangan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia berupa beasiswa dan pelatihan, serta pelibatan petani dalam rantai pasok skala UMKM.

Seminar ini dimoderatori oleh Dosen Teknik Kimia ITB, Jenny Rizkiana, S.T., M.T., Ph.D. Terdapat empat panelis yang hadir untuk membedah buku tersebut, yakni Direktur Eksekutif PASPI dan Ketua Tim Penyusun Buku Dr. Ir. Tungkot Sipayung, Dosen Teknik Bioenergi & Kemurgi ITB Dr. Ir. C. B. Rasrendra, S.T., M.T., Dosen Kelompok Keahlian Ekologi SITH ITB Dr. Elham Sumarga, S.Hut., M.Si., dan Guru Besar Sekolah Farmasi ITB Prof. Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si.

Dr. Ir. Tungkot Sipayung menjelaskan bahwa sawit merupakan komoditas unggulan Indonesia. Terdapat banyak minyak nabati yang populer di dunia, di antaranya minyak sawit (palm oil), minyak kedelai, sunflower oil, dan rapeseed oil. Walaupun begitu, minyak sawit tetap mendominasi komoditas minyak nabati karena produktivitasnya yang tingga. Kehadiran minyak sawit menggerus pangsa minyak nabati lainnya.

Saat ini, minyak sawit tidak hanya dimanfaatkan di bidang pangan. Minyak sawit sudah mulai memasuki bidang energi dan sangat menjanjikan. Karena popularitasnya, Indonesia harus bersaing dengan stigma negatif yang muncul ke permukaan terhadap industri minyak sawit. Contoh stigma tersebut adalah minyak sawit yang disebut sebagai penyebab kolesterol dan deforestasi. Stigma tersebut harus dilawan dengan edukasi dan sosialisasi.

“Kebohongan yang disampaikan secara berulang akan diterima oleh masyarakat dan dianggap suatu kebenaran. Maka dari itu, kita harus lebih lantang menyuarakan berbagai manfaat dan keunggulan minyak sawit,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Ir. C. B. Rasrendra, S.T., M.T. membahas topik hilirisasi sawit jalur bioenergi. Menurutnya, masyarakat global sedang bergerak ke arah pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs), serta masa transisi energi yang dibarengi dengan bioekonomi. Salah satu produk biodiesel yang berhasil, B35 menjadi bukti bahwa struktur minyak sawit mirip dengan hidrokarbon. Pada dasarnya, minyak nabati adalah hidrokarbon yang tercemar oksigen. Katalis merupakan kunci untuk konversi minyak sawit menjadi diesel serta avtur.

“Kita harus paham mengenai kutukan keberlimpahan. Suatu negara merasa aman karena sumber daya yang berlimpah, sehingga tidak ada perkembangan secara pesat. Buku ini menunjukkan bahwa masih ada pihak yang peduli dengan membagikan dialog serta pemikirannya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Prof. Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si. mengajak peserta untuk memaknai filosofi air yang terus mengalir. Ketika ada hambatan, air akan berusaha mencari celah untuk tetap mengalir sampai hambatannya runtuh. Dalam menghadapi stigma negatif yang beredar di masyarakat, pengelola sawit harus bisa menyampaikan fakta dan kenyataan sebenarnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia harus memiliki kemampuan mengolah sawit untuk meningkatkan nilai jual. Kebiasaan untuk diskusi bersama multidisiplin harus mulai dibangun untuk mengungkap potensi sawit itu sendiri.

Dr. Elham Sumarga, S.Hut., M.Si. mengungkap berbagai fakta yang disajikan buku tersebut. Dalam buku, disebutkan bahwa banyak faktor penyebab pemanasan global melalui emisi gas rumah kaca dan perkebunan kelapa sawit bukan penyebabnya, melainkan sektor energi sebagai penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca. Bagaimanapun, perkebunan kelapa sawit tetap berkontribusi dalam peningkatan emisi gas rumah kaca ketika dilakukan pengembangan lahan dengan mengubah hutan dan/atau dilakukan di lahan gambut.

“Indonesia itu juaranya produksi dan pengembangan kelapa sawit, hal tersebut harus dipertahankan dan diperkuat. Namun, aspek lingkungan harus tetap dijadikan pertimbangan. Prioritaskan peningkatan produksi per hektare dibandingkan ekspansi. Jika terpaksa ekspansi, lakukan di lahan terbengkalai untuk meningkatkan penyerapan karbon, jangan ada lagi pembukaan lahan gambut untuk perluasan sawit,” tuturnya.

Diskusi berakhir dengan kesimpulan bahwa belum ada yang dapat menggantikan sawit untuk kebutuhan dunia. Namun, dunia juga menuntut produk sawit yang lebih berkelanjutan. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan memperbaiki kualitas, tata kelola hutan, emisi yang dihasilkan serta mempercepat hilirisasi.

Sumber : itb.ac.id

Post Views: 164
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMenhub Dudy Instruksikan Langkah Antisipasi Lonjakan Penumpang Penyeberangan Jawa-Bali Jelang Pergantian Tahun
Next Article 3 Mahasiswa ITB Juara 1 Rebana Metropolitan Development Challenge 2024
Denden darmawan

Related Posts

Cegah Kecelakaan, Farhan Perintahkan Pengecekan Menyeluruh di Teras Cihampelas

14 Agustus 2025

Jalan Leucir 2027: Pemprov Jabar Targetkan Seluruh Jalan Mulus di Era Jabar Istimewa

13 Agustus 2025

Kapolrestabes Bandung Dampingi Irwasda Polda Jabar Resmikan Program SPPG Secara Nasional

6 Agustus 2025
Advetorial

Pemberitahuan Pelatihan dan Persiapan Bimbel Prawita untuk Calon Siswa Angkatan Ke-4

3 November 2025
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Pinterest
Don't Miss

Pemberitahuan Pelatihan dan Persiapan Bimbel Prawita untuk Calon Siswa Angkatan Ke-4

Wakapolri Baru Dilantik, Fokus Dukung Kapolri dan Realisasikan Program Nasional

Rotasi Strategis Polri: Sederet Pejabat Tinggi Dilantik dan Berganti Jabatan

Polri Dukung Asta Cita: Satgas Pangan Jaga Distribusi dan Stabilitas Harga

About
About

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're social, connect with us:

Facebook X (Twitter) Pinterest LinkedIn VKontakte
From Flickr
Ascend
terns
casual
riders on the storm
chairman
mood
monument
liquid cancer
blue
basement
ditch
stars
About
About

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're social, connect with us:

Facebook X (Twitter) Instagram LinkedIn VKontakte
Popular Posts

Pemberitahuan Pelatihan dan Persiapan Bimbel Prawita untuk Calon Siswa Angkatan Ke-4

3 November 2025

Wakapolri Baru Dilantik, Fokus Dukung Kapolri dan Realisasikan Program Nasional

19 Agustus 2025

Rotasi Strategis Polri: Sederet Pejabat Tinggi Dilantik dan Berganti Jabatan

19 Agustus 2025
Copyright © 2026 BreakingnewsJabar.com
  • Beranda
  • Susunan Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.