Breakingnewsjabar.com – JABAR | Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menyatakan bahwa anggaran yang telah disiapkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dialihkan untuk pembangunan sekolah. Namun, keputusan terkait pengalihan dana tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, yang dijadwalkan dilantik pada 20 Februari 2025.
“Bisa dialihkan, iya bisa, saya serahkan sepenuhnya kepada gubernur terpilih,” kata Bey seusai meninjau kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Puskesmas Puter, Kota Bandung, Jumat (14/2/2025).
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 triliun untuk mendukung pelaksanaan program MBG yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Namun, hingga saat ini, anggaran tersebut belum digunakan karena masih menunggu petunjuk teknis (juknis) lebih lanjut terkait pelaksanaan program.
“Kami dari Pemerintah Provinsi untuk program MBG sudah menganggarkan Rp 1 triliun, tetapi kami masih menunggu juknis nanti seperti apa. Jadi, anggaran itu masih belum digunakan,” ujar Bey saat berkunjung ke SMAN 5 Kota Sukabumi, Rabu (8/1/2025).
Anggaran sebesar Rp 1 triliun tersebut direncanakan untuk mendukung pelaksanaan MBG selama satu tahun di Jawa Barat. Sementara itu, pelaksanaan program MBG yang saat ini berlangsung di wilayah Jawa Barat masih menggunakan sumber pendanaan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Bey menambahkan bahwa keputusan terkait penggunaan anggaran Rp 1 triliun tersebut akan sangat bergantung pada prioritas kebijakan Gubernur terpilih, Dedi Mulyadi, setelah dilantik. “Kami menunggu arahan dari gubernur terpilih, apakah anggaran ini akan tetap digunakan untuk MBG atau dialihkan untuk kebutuhan lain seperti pembangunan sekolah,” tuturnya.
Pernyataan Bey ini mencerminkan fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran daerah, dengan mempertimbangkan kebutuhan mendesak dan prioritas pembangunan di Jawa Barat. Pengalihan anggaran ke pembangunan sekolah dinilai dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kualitas pendidikan di provinsi tersebut.
Sumber: kompas.com

