Breakingnewsjabar.com – Magelang | Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan kerinduannya kepada anak ketiganya yang sudah tiga hari tidak ditemuinya. Di tengah kesibukannya mengikuti rangkaian pembekalan di Kompleks Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Minggu (23/2/2025) siang, Dedi menyempatkan diri untuk mengantar anaknya ke hotel sebelum kembali melanjutkan aktivitas.
“Sudah tiga hari ini saya belum bertemu dengan anak ketiga saya, jadi saya merasa kangen. Saya sempatkan untuk mengantarnya ke hotel,” kata Dedi saat berbincang dengan wartawan di sela-sela kegiatan pembekalan.
Meski demikian, Dedi menegaskan bahwa pembekalan yang ia ikuti memiliki nilai penting dan memberikan banyak manfaat. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menjadi ajang untuk menyelaraskan pemikiran antara pemerintah pusat dan daerah.
“Pembekalan ini sangat bermanfaat karena banyak pembelajaran baru yang bisa diambil. Selain itu, ini juga momen untuk menyamakan persepsi antara pusat dan daerah dalam menjalankan program-program strategis,” tambahnya.
Menjaga Keseimbangan Antara Keluarga dan Tanggung Jawab Negara
Dedi Mulyadi dikenal sebagai sosok yang selalu berusaha menjaga keseimbangan antara tanggung jawab pekerjaan dan keluarga. Meskipun sibuk dengan tugas-tugas negara sebagai Gubernur Jawa Barat, ia tetap berupaya meluangkan waktu untuk keluarganya. Sikap ini tercermin dari keputusannya untuk mengantar anaknya meski sedang terlibat dalam agenda penting di Akmil Magelang.
Setelah mengantar anaknya ke hotel, Dedi langsung kembali ke kompleks Akmil untuk melanjutkan kegiatan pembekalan. Ia menyadari bahwa perannya sebagai pemimpin daerah membutuhkan komitmen penuh, namun ia juga tidak ingin mengabaikan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah.
“Sebagai pemimpin, kita harus bisa membagi waktu dengan baik. Keluarga adalah prioritas, tapi begitu juga dengan tugas negara. Keduanya harus berjalan seimbang,” ungkapnya.
Manfaat Pembekalan bagi Pemimpin Daerah
Selama pembekalan, Dedi menyampaikan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi oleh para kepala daerah. Menurutnya, pembekalan ini membantu para pemimpin daerah untuk lebih memahami arah kebijakan nasional serta bagaimana menyelaraskannya dengan program-program di tingkat lokal.
“Ini bukan sekadar acara formalitas, tapi benar-benar ada transfer ilmu yang berguna. Kita bisa belajar banyak hal, mulai dari pengelolaan sumber daya hingga strategi kolaborasi antara pusat dan daerah,” jelasnya.
Dedi juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan yang merata. Ia berharap, hasil dari pembekalan ini dapat diimplementasikan secara nyata untuk kemajuan Jawa Barat dan Indonesia secara keseluruhan.
Dedi Mulyadi membuktikan bahwa meskipun memiliki tanggung jawab besar sebagai Gubernur Jawa Barat, ia tetap memprioritaskan keluarga. Sikap ini mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan yang humanis dan profesional. Di sisi lain, pembekalan di Akmil Magelang memberikan wawasan penting bagi para kepala daerah untuk memperkuat sinergi antara pusat dan daerah, demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sumber: https://youtu.be/3SbroaX9uAU

