Breakingnewsjabar.com – JAKARTA | Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mengingatkan para kepala daerah untuk merawat kerukunan umat beragama sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga perdamaian di Indonesia. Pesan ini disampaikan saat ia menjadi pembicara dalam Retret Pembekalan Kepala Daerah yang digelar di Lembah Tidar, Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025).
Menurut Nasaruddin, kerukunan umat beragama memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nasional. Apalagi, Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat plural, sehingga persatuan dan keharmonisan antarumat beragama harus terus dipelihara.
“Kalau umat beragama ini rukun, Bapak-Ibu sekalian, tidak ada kekuatan mana pun yang bisa mengacak-acak Indonesia. Di sinilah pentingnya peran Kementerian Agama,” tegas Nasaruddin.
Dukungan kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
Nasaruddin menekankan pentingnya dukungan kepala daerah terhadap keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Ia mengingatkan bahwa isu-isu keagamaan yang berkembang di masyarakat harus menjadi perhatian serius bagi para pemimpin daerah.
“Para pimpinan daerah sangat penting memberikan perhatian khusus terhadap fenomena konflik yang berbasis keagamaan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa tanpa perdamaian, pertumbuhan ekonomi sebesar apa pun tidak akan bermakna bagi masyarakat. Oleh karena itu, menjaga kerukunan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk para kepala daerah.
Penanganan Cepat untuk Konflik Keagamaan
Nasaruddin menegaskan bahwa penanganan konflik keagamaan membutuhkan respons cepat. Penanganan yang lambat dapat membuat konflik semakin meluas dan sulit dikendalikan.
“Saya mohon betul, dalam 100 hari pertama masa jabatan, mari kita ciptakan tradisi baru dalam merespons berbagai persoalan keagamaan,” ajaknya.
Ia juga mengimbau para kepala daerah untuk belajar dari para pendiri bangsa (founding fathers) yang berhasil menjaga keberagaman dengan kearifan.
“Luar biasa founding fathers kita, maka itu kita harus belajar kearifan dari mereka,” pungkas Nasaruddin.

