Breakingnewsjabar.com – KARAWANG | Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya transparansi dan kejujuran dalam pemerintahan kepada para kepala daerah di wilayah Jawa Barat. Hal ini disampaikannya saat acara Sinergi Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Barat bersama TNI, POLRI, Kejaksaan, dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mewujudkan Jawa Barat Istimewa di Karawang.
Dedi menekankan bahwa setiap program pembangunan, seperti perbaikan jalan, penyediaan air bersih, hingga peningkatan pendidikan, harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat, termasuk sumber anggaran yang digunakan.
“Tuntaskan seluruh kebutuhan masyarakat, baik itu air bersih, pendidikan, maupun infrastruktur. Jangan sampai ada yang setengah-setengah,” tegasnya.
Acara sinergi Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) yang dihadiri oleh para kepala daerah se-Jawa Barat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Kejaksaan. Dengan sinergi yang solid, pembangunan di Jawa Barat diharapkan semakin inklusif dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Kritik terhadap Politisasi Bantuan Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga mengkritik pola distribusi bantuan sosial yang sering kali dipolitisasi oleh pejabat daerah. Menurutnya, pengumpulan warga untuk menerima bantuan hanya menciptakan kesan pamer dan kurang efektif.
Ia mengusulkan agar bantuan sosial disalurkan langsung ke rumah penerima, seperti tradisi leluhur Sunda yang biasa berbagi makanan menjelang Lebaran.
“Kebiasaan mengumpulkan warga untuk menerima bantuan hanya menjadi ajang pencitraan. Contohlah leluhur kita, makanan atau bantuan diantar langsung ke rumah yang membutuhkan,” ujarnya.
Pendekatan ini, menurut Dedi, akan lebih bermakna dan menghindari kesan politisasi dalam penyaluran bantuan.
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menyambut baik arahan dari Gubernur Jawa Barat tersebut. Ia menyatakan kesiapannya untuk mendukung program Jawa Barat Istimewa melalui sinergitas program “Subang Ngabret” yang telah dirancang untuk lima tahun ke depan.
“Melalui program Jabar Istimewa, kami optimis Kabupaten Subang akan mendapatkan perhatian khusus untuk memajukan pembangunan yang merata,” kata Reynaldy.
Bupati Subang juga menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa semua program pembangunan di wilayahnya berjalan sesuai dengan prinsip transparansi dan keadilan, sebagaimana yang ditekankan oleh Gubernur Dedi Mulyadi.
Program Jawa Barat Istimewa diharapkan dapat menjadi langkah besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Jawa Barat. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Kejaksaan, diharapkan pembangunan tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Gubernur Dedi Mulyadi menutup arahannya dengan pesan bahwa setiap kebijakan harus berpihak pada rakyat dan dilakukan dengan hati yang tulus. “Mari kita bekerja dengan jujur, transparan, dan sepenuh hati demi kemajuan Jawa Barat,” pungkasnya.

