Breakingnewsjabar.com – KOTA BANDUNG | Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menyampaikan tanggapannya usai Rapat Paripurna yang digelar pasca pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung periode 2025-2030. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti pidato pertama Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang telah memaparkan sejumlah program prioritas untuk lima tahun ke depan.
“Dari apa yang disampaikan dalam pidato tersebut, kami dari DPRD Kota Bandung memiliki harapan besar terhadap wali kota terpilih. Beliau telah memaparkan beberapa program yang akan dijalankan dalam lima tahun ke depan,” ujar Asep.
Ia berharap masyarakat Kota Bandung dapat memberikan kesempatan kepada Wali Kota Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Erwin untuk bekerja dan merealisasikan visi yang telah disampaikan. “Kita semua akan bersama-sama memantau apa yang akan dilakukan. Semoga semua yang telah dipaparkan dalam pidato pertama wali kota dapat direalisasikan. Jika semuanya terwujud, maka masyarakat Kota Bandung yang akan merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Asep juga menyoroti perkembangan populasi di Kota Bandung yang semakin pesat dan menekankan pentingnya memperhatikan aspek-aspek tertentu dalam pembangunan kota. Menurutnya, ada dua isu utama yang harus menjadi prioritas: lingkungan dan infrastruktur.
“Permasalahan lingkungan dan infrastruktur harus menjadi prioritas dalam pembangunan Kota Bandung ke depan,” tegasnya.
Beberapa aspek utama yang menjadi perhatian DPRD meliputi:
- Lingkungan , terutama dalam pengelolaan sampah dan mitigasi banjir.
- Infrastruktur , dengan fokus pada upaya mengatasi kemacetan di Kota Bandung.
Program Prioritas Wali Kota Bandung
Dalam pidato pertamanya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memaparkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan. Program-program tersebut mencakup:
- Pemajuan kebudayaan,
- Transformasi kesehatan dan penanggulangan kemiskinan,
- Pengembangan koperasi, UMKM, dan ekonomi kreatif,
- Peningkatan infrastruktur dan pengelolaan tata kota,
- Pembangunan pariwisata berbasis sejarah dan budaya,
- Pengoptimalan pajak dan retribusi daerah,
- Program smart parking ,
- Pengelolaan sampah secara efektif.
Farhan juga menargetkan peningkatan APBD Kota Bandung hingga Rp10 triliun pada tahun 2027 dengan mengoptimalkan pendapatan daerah. Terkait masalah sampah dan kemacetan, yang menjadi salah satu tantangan besar di Kota Bandung, Farhan menegaskan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih efektif serta pengembangan sistem transportasi yang modern dan terintegrasi.
Menutup pidatonya, Farhan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Bandung. “Keberhasilan pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, kita dapat menghadapi berbagai tantangan dan membawa Bandung menjadi kota yang lebih baik,” katanya.
Wakil Wali Kota Bandung Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Berkontribusi
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyampaikan apresiasinya kepada pimpinan dan anggota DPRD serta seluruh masyarakat atas dukungan yang diberikan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada A. Koswara, Penjabat Wali Kota Bandung sebelumnya, yang telah menjalankan tugas dengan baik.
“Kami berdua hadir di sini dengan tekad kuat untuk bekerja setiap hari, bukan hanya dalam 100 hari pertama, tetapi selama lima tahun penuh. Kami akan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama, akademisi, dunia usaha, dan komunitas lokal dalam berbagai program pembangunan,” ujar Erwin.
Erwin menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Kota Bandung tidak bisa dicapai tanpa dukungan dari semua pihak. Ia optimistis bahwa dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, Bandung dapat menjadi kota yang Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis, sejalan dengan visi Bandung Utama.
Sumber : Humas Jabar

