Breakingnewsjabar.com – BANDUNG | Dede Farhan Aulawi memenuhi undangan sebagai motivator oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia (STKINDO) Bandung untuk menyampaikan materi tentang Etika, Profesionalitas, dan Karakter Pandai Bersyukur . Acara yang dibuka oleh Wakil Direktur bidang Kemahasiswaan ini diikuti oleh lebih dari 450 mahasiswa dari jurusan Keperawatan, Kebidanan, dan Kesehatan Masyarakat.
Setiap manusia memiliki pemetaan hidup (Life Mapping ) dalam setiap langkah perjalanan hidupnya. Tugas utamanya adalah menjalani kehidupan dengan kesungguhan, memanfaatkan setiap waktu secara produktif, serta bersyukur atas apa yang telah dan sedang dijalaninya. Dede menekankan pentingnya membuat perencanaan untuk masa depan agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ini.
Orientasi Pendidikan Kepemimpinan
Dalam sesi materinya, Dede juga membahas orientasi pendidikan kepemimpinan yang seharusnya menjadi fokus generasi muda saat ini. Ada beberapa poin utama yang disoroti:
- Profesionalitas : Mencetak manusia yang memiliki kompetensi di bidangnya, baik dalam pengetahuan maupun keterampilan.
- Standar Etika yang Mulia : Melahirkan individu yang memiliki pola pikir, pola bahasa, dan pola sikap (perilaku) yang luhur serta dapat menjadi teladan bagi lingkungannya.
- Wawasan Luas dan Mental Tangguh : Memiliki pemahaman yang mendalam tentang berbagai aspek kehidupan serta ketahanan mental dalam menghadapi tantangan.
- Keimanan dan Ketaqwaan : Menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Etika vs Etiket
Dede menjelaskan bahwa etika bersifat lebih absolut. Perintah seperti “jangan berbohong” atau “jangan mencuri” merupakan prinsip etika yang tidak dapat ditawar-tawar. Sementara itu, etiket bersifat relatif, bergantung pada konteks budaya. Misalnya, tindakan yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan mungkin dianggap sopan dalam kebudayaan lain.

Dari kedua konsep ini, lahirlah standar etik yang dikenal sebagai Kode Etik , yaitu sistem norma, nilai, dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, serta apa yang salah dan tidak baik bagi seorang profesional. Kode etik menjadi panduan bagi seseorang dalam bertindak sesuai dengan standar profesi yang dianutnya.
Karakter Pandai Bersyukur
Menurut Dede, karakter pandai bersyukur adalah sikap menerima segala sesuatu dengan penuh rasa terima kasih dan ikhlas. Orang yang bersyukur akan memanfaatkan waktu, pikiran, dan tenaganya dengan sebaik-baiknya. Mereka cenderung memiliki pandangan hidup yang positif, sabar menghadapi cobaan, dan lebih dermawan dalam berbagi dengan sesama. Sikap syukur membuat seseorang merasa cukup dan bahagia dengan apa yang dimilikinya.
Variabel Kritis dalam Karakter
Karakter seseorang tercermin dari beberapa variabel kritis, antara lain:
- Creativity (Kreativitas) : Kemampuan untuk berpikir inovatif dan menghasilkan solusi baru.
- Curiosity (Keingintahuan) : Rasa ingin tahu yang tinggi untuk terus belajar dan berkembang.
- Love of Learning (Kecintaan Belajar) : Semangat untuk mengejar ilmu dan pengetahuan sepanjang hayat.
- Open-mindedness (Keterbukaan Pikiran) : Sikap terbuka terhadap ide-ide baru dan perspektif yang berbeda.
- Perspective (Perspektif) : Kemampuan untuk melihat situasi dari sudut pandang yang lebih luas.
- Bravery (Keberanian) : Keteguhan hati untuk mengambil risiko demi kebaikan.
- Persistence (Ketekunan) : Sikap pantang menyerah dalam menghadapi rintangan.
- Integrity (Integritas) : Komitmen untuk selalu berpegang pada nilai-nilai kebenaran dan kejujuran.
- Vitality (Vitalitas) : Energi positif yang mendorong semangat hidup dan produktivitas.
Melalui pemaparannya, Dede berharap para mahasiswa STKINDO dapat menjadi pribadi yang tidak hanya profesional di bidangnya, tetapi juga memiliki etika yang mulia dan karakter yang kuat. “Jadilah insan yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Bersyukurlah atas setiap pencapaian kecil dan besar dalam hidup,” pesannya.
Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana mahasiswa antusias mengajukan pertanyaan seputar pengembangan diri dan strategi menghadapi tantangan dalam dunia kerja.

