Selamat datang di Www.BreakingnewsJabar.Com
Menyajikan Berita Terkini
Close Menu
www.breakingnewsjabar.com
  • Beranda
  • Info Jabar
  • Nasional
  • Kriminal
    • Narkoba
    • Curas
    • Ranmor
  • Ekonomi dan bisnis
    • Nasional
    • Internasional
  • Pilkada
    • Jawa Barat
    • Nasional
  • Teknologi
  • Laporan Masyarakat
    • Fasilitas Umum
    • Kriminal
    • Lalu lintas
    • Layanan Masyarakat
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Pemberitahuan Pelatihan dan Persiapan Bimbel Prawita untuk Calon Siswa Angkatan Ke-4
  • Wakapolri Baru Dilantik, Fokus Dukung Kapolri dan Realisasikan Program Nasional
  • Rotasi Strategis Polri: Sederet Pejabat Tinggi Dilantik dan Berganti Jabatan
  • Polri Dukung Asta Cita: Satgas Pangan Jaga Distribusi dan Stabilitas Harga
  • Menuju Polri Inklusif: SSDM Polri Luncurkan Penghargaan Dukungan Kesetaraan Gender
  • Kemerdekaan untuk Pengabdian Kepada Ibu Pertiwi
  • Warga Cilengkrang Tumpah Ruah Sambut HUT RI ke-80 dengan Kreasi Seni Tradisional
  • Kakorlantas Pimpin TFG Merdeka Jaya 2025, Pastikan Keamanan HUT RI Berjalan Lancar
www.breakingnewsjabar.com
  • Beranda
  • Info Jabar
  • Nasional
  • Kriminal
    • Narkoba
    • Curas
    • Ranmor
  • Ekonomi dan bisnis
    • Nasional
    • Internasional
  • Pilkada
    • Jawa Barat
    • Nasional
  • Teknologi
  • Laporan Masyarakat
    • Fasilitas Umum
    • Kriminal
    • Lalu lintas
    • Layanan Masyarakat
www.breakingnewsjabar.com
You are at:Home»Internasional»Ancaman Perang Gaza Jilid II: Israel Ultimatum Hamas Bebaskan Sandera atau Hadapi Konflik Sengit
Internasional

Ancaman Perang Gaza Jilid II: Israel Ultimatum Hamas Bebaskan Sandera atau Hadapi Konflik Sengit

Denden darmawanBy Denden darmawan12 Februari 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Breakingnewsjabar.com – Ketegangan di jazirah Arab kembali memuncak setelah Israel mengancam akan melanjutkan perang di Gaza jika Hamas tidak membebaskan sandera pada Sabtu siang. Gencatan senjata yang telah berlangsung selama beberapa waktu terancam berakhir, dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa militer akan kembali bertempur hingga Hamas “dikalahkan.”

Dalam pernyataannya pada Selasa (12/2/2024), Netanyahu menyatakan bahwa gencatan senjata akan berakhir jika Hamas gagal memenuhi ultimatum tersebut. Kelompok pejuang Palestina itu, sementara itu, tetap memperbarui komitmennya terhadap kesepakatan damai dan menuduh Israel melanggar gencatan senjata dengan membunuh tiga warga sipil Gaza akhir pekan lalu.

Pernyataan keras Netanyahu ini muncul setelah pertemuan dengan sejumlah menteri utama, termasuk Menteri Pertahanan, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Keamanan Nasional. Semua pihak dalam pertemuan itu dilaporkan mendukung penuh keputusan untuk memberikan ultimatum kepada Hamas.

“Jika Hamas tidak membebaskan sandera kami pada Sabtu siang, gencatan senjata akan berakhir, dan IDF (Angkatan Pertahanan Israel) akan kembali bertempur secara sengit hingga Hamas benar-benar dikalahkan,” tegas Netanyahu.

Namun, masih belum jelas apakah Netanyahu mengacu pada pembebasan semua sandera yang ditahan di Gaza atau hanya tiga sandera yang dijadwalkan dibebaskan pada hari Sabtu sesuai kesepakatan gencatan senjata. Sejak dimulainya konflik hampir 16 bulan lalu, Hamas secara bertahap telah membebaskan sandera sebagai bagian dari fase pertama kesepakatan yang dimulai pada 19 Januari. Namun, kelompok itu menghentikan proses pembebasan lebih lanjut karena menuduh Israel melanggar kesepakatan.

Menanggapi ancaman ini, Netanyahu juga memerintahkan militer untuk mengumpulkan pasukan di sekitar Gaza. Militer Israel kemudian mengumumkan rencana untuk mengerahkan tambahan pasukan ke selatan Israel, termasuk mobilisasi pasukan cadangan.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga telah memberikan peringatan serupa. Ia menegaskan bahwa Hamas harus membebaskan semua sandera paling lambat Sabtu, jika tidak, konsekuensinya akan menjadi “neraka.”

Seorang pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri, menekankan bahwa pembebasan sandera Israel hanya dapat dilakukan jika gencatan senjata dipatuhi oleh kedua belah pihak. Hamas menuduh Israel melanggar kesepakatan dengan membunuh warga sipil Gaza, menghalangi pengiriman bantuan, serta mencegah warga Gaza kembali ke wilayah utara.

“Trump harus ingat bahwa ada kesepakatan yang harus dihormati oleh kedua belah pihak, dan ini adalah satu-satunya cara untuk membawa kembali para sandera (Israel),” kata Abu Zuhri.

Hingga saat ini, 16 dari 33 sandera telah dibebaskan sebagai bagian dari fase pertama gencatan senjata, yang direncanakan berlangsung selama 42 hari. Lima sandera Thailand juga berhasil dibebaskan dalam pembebasan yang tidak dijadwalkan. Sebagai imbalannya, Israel telah membebaskan ratusan tahanan Palestina, termasuk narapidana yang menjalani hukuman seumur hidup atas tuduhan serangan mematikan.

Kelompok Israel yang mewakili keluarga sandera mendesak Netanyahu untuk tetap mematuhi perjanjian gencatan senjata. Media lokal melaporkan bahwa masih ada 76 sandera yang ditahan di Gaza, sementara lebih dari 35 orang tewas dalam konflik ini.

Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich, yang turut hadir dalam pertemuan dengan Netanyahu, menegaskan bahwa jika semua sandera tidak dibebaskan pada Sabtu, perang harus dilanjutkan. Ia bahkan mengusulkan langkah ekstrem, seperti memutus pasokan air, listrik, dan bantuan ke Gaza, serta mengusir warga Palestina dari wilayah tersebut.

“Hanya akan ada api dan belerang dari pesawat, artileri, tank, dan pejuang heroik kita. Akan ada pendudukan penuh di Jalur Gaza,” ancam Smotrich.

Sumber : CNN

Post Views: 202
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDivhumas Polri Gelar Rakor PPID: Dorong Transparansi dan Edukasi Informasi bagi Masyarakat
Next Article Deddy Corbuzier Resmi Dilantik sebagai Staf Khusus Menhan Bidang Komunikasi Sosial dan Publik
Denden darmawan

Related Posts

Satgas Kesehatan Gelombang IV Dilepas, Siap Layani Warga Palestina di Tengah Konflik

14 Agustus 2025

Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel–Iran Setelah Dua Minggu Konflik

24 Juni 2025

PBB: Gaza Dihancurkan Secara Lambat Melalui Kelaparan dan Penembakan Acak

23 Juni 2025
Advetorial

Pemberitahuan Pelatihan dan Persiapan Bimbel Prawita untuk Calon Siswa Angkatan Ke-4

3 November 2025
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Pinterest
Don't Miss

Pemberitahuan Pelatihan dan Persiapan Bimbel Prawita untuk Calon Siswa Angkatan Ke-4

Wakapolri Baru Dilantik, Fokus Dukung Kapolri dan Realisasikan Program Nasional

Rotasi Strategis Polri: Sederet Pejabat Tinggi Dilantik dan Berganti Jabatan

Polri Dukung Asta Cita: Satgas Pangan Jaga Distribusi dan Stabilitas Harga

About
About

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're social, connect with us:

Facebook X (Twitter) Pinterest LinkedIn VKontakte
From Flickr
Ascend
terns
casual
riders on the storm
chairman
mood
monument
liquid cancer
blue
basement
ditch
stars
About
About

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're social, connect with us:

Facebook X (Twitter) Instagram LinkedIn VKontakte
Popular Posts

Pemberitahuan Pelatihan dan Persiapan Bimbel Prawita untuk Calon Siswa Angkatan Ke-4

3 November 2025

Wakapolri Baru Dilantik, Fokus Dukung Kapolri dan Realisasikan Program Nasional

19 Agustus 2025

Rotasi Strategis Polri: Sederet Pejabat Tinggi Dilantik dan Berganti Jabatan

19 Agustus 2025
Copyright © 2026 BreakingnewsJabar.com
  • Beranda
  • Susunan Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.