Selamat datang di Www.BreakingnewsJabar.Com
Menyajikan Berita Terkini
Close Menu
www.breakingnewsjabar.com
  • Beranda
  • Info Jabar
  • Nasional
  • Kriminal
    • Narkoba
    • Curas
    • Ranmor
  • Ekonomi dan bisnis
    • Nasional
    • Internasional
  • Pilkada
    • Jawa Barat
    • Nasional
  • Teknologi
  • Laporan Masyarakat
    • Fasilitas Umum
    • Kriminal
    • Lalu lintas
    • Layanan Masyarakat
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Pemberitahuan Pelatihan dan Persiapan Bimbel Prawita untuk Calon Siswa Angkatan Ke-4
  • Wakapolri Baru Dilantik, Fokus Dukung Kapolri dan Realisasikan Program Nasional
  • Rotasi Strategis Polri: Sederet Pejabat Tinggi Dilantik dan Berganti Jabatan
  • Polri Dukung Asta Cita: Satgas Pangan Jaga Distribusi dan Stabilitas Harga
  • Menuju Polri Inklusif: SSDM Polri Luncurkan Penghargaan Dukungan Kesetaraan Gender
  • Kemerdekaan untuk Pengabdian Kepada Ibu Pertiwi
  • Warga Cilengkrang Tumpah Ruah Sambut HUT RI ke-80 dengan Kreasi Seni Tradisional
  • Kakorlantas Pimpin TFG Merdeka Jaya 2025, Pastikan Keamanan HUT RI Berjalan Lancar
www.breakingnewsjabar.com
  • Beranda
  • Info Jabar
  • Nasional
  • Kriminal
    • Narkoba
    • Curas
    • Ranmor
  • Ekonomi dan bisnis
    • Nasional
    • Internasional
  • Pilkada
    • Jawa Barat
    • Nasional
  • Teknologi
  • Laporan Masyarakat
    • Fasilitas Umum
    • Kriminal
    • Lalu lintas
    • Layanan Masyarakat
www.breakingnewsjabar.com
You are at:Home»Internasional»Israel Hentikan Bantuan ke Gaza Setelah Hamas Tolak Perpanjangan Gencatan Senjata
Internasional

Israel Hentikan Bantuan ke Gaza Setelah Hamas Tolak Perpanjangan Gencatan Senjata

Denden darmawanBy Denden darmawan5 Maret 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Breakingnewsjabar.com – Israel memutuskan untuk menghentikan aliran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza setelah Hamas menolak memperpanjang kesepakatan gencatan senjata tahap pertama. Kesepakatan ini, yang dimediasi oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir, berakhir pada Sabtu (1/3/2025).

Kantor Perdana Menteri Israel mengumumkan keputusan tersebut melalui platform X pada Minggu (2/3/2025). Dalam pernyataannya, Israel menyatakan bahwa penghentian sementara bantuan kemanusiaan dilakukan sebagai tanggapan atas penolakan Hamas untuk menerima kerangka kerja Witkoff, yang menjadi dasar negosiasi lanjutan.

“Dengan berakhirnya kesepakatan gencatan senjata tahap pertama dan seiring dengan penolakan Hamas terhadap kerangka kerja Witkoff yang telah disetujui Israel, maka Perdana Menteri memutuskan bahwa mulai pagi ini, seluruh bantuan kemanusiaan tidak akan diizinkan masuk ke Jalur Gaza,” demikian bunyi pernyataan resmi kantor perdana menteri Israel, seperti dikutip dari CNN dan Russia Today .

Stasiun televisi Israel, Kan , melaporkan bahwa pemerintah Israel yakin jumlah bantuan yang sudah masuk ke Gaza dalam beberapa bulan terakhir sudah cukup. Kerangka kerja Witkoff, yang diusulkan oleh utusan Amerika Serikat Steve Witkoff, bertujuan untuk memperpanjang gencatan senjata selama bulan Ramadan dan libur Paskah, yang berlangsung sepanjang April 2025.

Namun, Hamas menolak rencana tersebut dan lebih memilih untuk langsung melanjutkan ke tahap kedua gencatan senjata. Proses gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir awalnya dirancang dalam tiga tahap, masing-masing berlangsung selama 42 hari.

Tahap Gencatan Senjata

Tahap pertama gencatan senjata mencakup pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas. Sementara itu, tahap kedua bertujuan untuk mengakhiri permusuhan jangka panjang, membebaskan sisa sandera, serta menarik seluruh pasukan Israel dari Gaza. Adapun tahap ketiga difokuskan pada upaya pembangunan kembali Gaza di bawah pengawasan Mesir, Qatar, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan kepada stasiun televisi Al Araby pada Sabtu (1/3/2025), bahwa belum ada pembicaraan konkret mengenai pelaksanaan gencatan senjata tahap kedua. Israel, di sisi lain, enggan melanjutkan proses gencatan senjata tahap dua karena menuntut pembebasan semua sandera warga Israel terlebih dahulu. Namun, situasi ini membuat gencatan senjata tetap rapuh dan rentan terhadap eskalasi konflik.

Israel menilai sikap Hamas yang menolak kerangka kerja Witkoff sebagai bentuk ketidakseriusan dalam melanjutkan negosiasi damai. Sementara itu, Hamas berdalih bahwa mereka ingin fokus pada pelaksanaan tahap kedua gencatan senjata, yang dianggap lebih substantif dalam menyelesaikan konflik jangka panjang.

Keputusan Israel untuk menghentikan bantuan kemanusiaan menuai kritik dari berbagai pihak. Kelompok hak asasi manusia dan organisasi internasional memperingatkan bahwa langkah ini dapat memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza, yang sudah mengalami krisis akibat konflik berkepanjangan.

“Penghentian bantuan kemanusiaan hanya akan memperparah penderitaan warga sipil di Gaza, yang mayoritas adalah anak-anak dan perempuan,” kata seorang pejabat PBB yang tidak disebutkan namanya.

Tantangan Diplomatik di Tengah Krisis

Krisis di Gaza semakin rumit dengan adanya perbedaan pandangan antara Israel dan Hamas terkait mekanisme perpanjangan gencatan senjata. Sementara mediasi internasional terus berlangsung, kedua belah pihak tampaknya masih bersikeras pada posisi masing-masing.

Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir, yang bertindak sebagai mediator, dihadapkan pada tantangan besar untuk menemukan solusi yang dapat diterima oleh kedua pihak. Keberhasilan atau kegagalan upaya diplomatik ini akan sangat menentukan masa depan stabilitas di wilayah tersebut.

“Tanpa kompromi dari kedua belah pihak, kemungkinan besar konflik akan kembali memanas,” ujar seorang analis politik Timur Tengah.

Sumber : https://www.tempo.co/internasional/israel-hentikan-masuknya-semua-bantuan-kemanusiaan-ke-gaza–1214762

Post Views: 171
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIsrael Siapkan 400.000 Tentara Cadangan di Tengah Kegagalan Gencatan Senjata Gaza
Next Article Banjir Rendam Bekasi, Ribuan Warga Mengungsi dan 20 Titik Terendam
Denden darmawan

Related Posts

Satgas Kesehatan Gelombang IV Dilepas, Siap Layani Warga Palestina di Tengah Konflik

14 Agustus 2025

Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel–Iran Setelah Dua Minggu Konflik

24 Juni 2025

PBB: Gaza Dihancurkan Secara Lambat Melalui Kelaparan dan Penembakan Acak

23 Juni 2025
Advetorial

Pemberitahuan Pelatihan dan Persiapan Bimbel Prawita untuk Calon Siswa Angkatan Ke-4

3 November 2025
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Pinterest
Don't Miss

Pemberitahuan Pelatihan dan Persiapan Bimbel Prawita untuk Calon Siswa Angkatan Ke-4

Wakapolri Baru Dilantik, Fokus Dukung Kapolri dan Realisasikan Program Nasional

Rotasi Strategis Polri: Sederet Pejabat Tinggi Dilantik dan Berganti Jabatan

Polri Dukung Asta Cita: Satgas Pangan Jaga Distribusi dan Stabilitas Harga

About
About

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're social, connect with us:

Facebook X (Twitter) Pinterest LinkedIn VKontakte
From Flickr
Ascend
terns
casual
riders on the storm
chairman
mood
monument
liquid cancer
blue
basement
ditch
stars
About
About

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're social, connect with us:

Facebook X (Twitter) Instagram LinkedIn VKontakte
Popular Posts

Pemberitahuan Pelatihan dan Persiapan Bimbel Prawita untuk Calon Siswa Angkatan Ke-4

3 November 2025

Wakapolri Baru Dilantik, Fokus Dukung Kapolri dan Realisasikan Program Nasional

19 Agustus 2025

Rotasi Strategis Polri: Sederet Pejabat Tinggi Dilantik dan Berganti Jabatan

19 Agustus 2025
Copyright © 2026 BreakingnewsJabar.com
  • Beranda
  • Susunan Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.